UDARA
Kau sudah tak lagi
berteriak di jalur udara,
apalagi berteriak,
bahkan lama tak
menyapa
Jujur, asa itu telah hilang, tak mau merakit
pelangi antarmasa, entah....
Anggap saja hina
walaupun kau sungguh dipuja-puja
Janji malam aku
tepati jampi-jampi
terlintas menahan
diri tiga hari
Ah tidak, tidak seprimitif
itu
Menghunuskan belati
kata-kata sakral para sufi
Tak peduli, sungguh
Wajariyyah perih di
hati
Untuk ma'rifat kepada-Nya,
haruslah aku menghadap
peradilan-peasmaraan-kehinaan-keguruan
yang dihinakan ....
oleh Nabila Tinezia
No comments:
Post a Comment