Monday, 9 April 2018

Jangan


JANGAN


Jangan ganggu aku

Atau aku yang menghadirkanmu?

Jangan bergerak dalam kepalaku

Atau aku yang menyutradaimu?

Matamu jangan terus menatapku

Atau aku yang menyimpannya?


Jangan mengisi sekarang

Atau kau akan menjadi sebuah penyesalan

Ayo kita ke Negeri Sang Mawar

Bangun kisah sebagaimana ilusi



Jangan, jangan sebagai ilusi

Tetapi kemauan Ilahi




15 Maret 2018
15.40

Tuesday, 3 April 2018

Kapan (?)


Kapan (?)

Tuhan
Puan-puan berjalan
Tuan-tuan menjadi puan

Matahari betapa teriknya
Kau bersumpah dalam Quran-Nya
Bersumpah-sumpah tentang waktu,
masa, malam, bintang, semua Kau terangkan

Tuhan, aku puan
Aku hidup ditakuti oleh tuan
Darah Adam bagai anyaman
Tubuh-tubuh menjadi tontonan
Lalu kapan?

Tuhan, aku puan
Tampak ramai di sanubariku perbedaan
Semua merasa dirahmati-Mu, mereka para tuan-tuan


Tuhan terik Sahara telah menjadi Sumatra
Lalu kapan?

Tuhan, kami para abdi
Telah melihat banyak bisikan
Akankah Isrofil telah siap berinstrumen?

Tuhan, kapan?

Friday, 23 March 2018

PUAN


PUAN


Puan,

Kembarmu yang kini berhimpun-himpun jiwa

Namun sinismu yang beribu-ribu kata

bermakna-makna pesan bangsamu


Puan,

Kau memberi dampak

Tetapi aku bisa menampak

Kau sengaja membangun duka

Tenang, aku bisa bercita


Puan,

Jangan kau bisikan apa-apa pada kembarmu

Atau akan kulantangkan pada dunia melalui sinismu


Puan,

Kau bisa berjenjangkan belati sesuka hati

mengerutkan kening, itulah keuntungan pangkatmu

Tetapi aku bisa menyepi

lalu apa martabatmu?

Jangan

JANGAN Jangan ganggu aku Atau aku yang menghadirkanmu? Jangan bergerak dalam kepalaku Atau aku yang menyutradaimu? M...