Saturday, 10 March 2018

Widiwasa




Saat kutulis puisi ini
Aku sedang perjalanan senja di Jakarta
Indah..

Hati mana yang tak menciptakan puisi saat melihat senja?
Ah, sungguh jika tak menciptakan puisi
Begini puisinya.

* * *
Cahaya bijak dan kepompong yang amat cantik
Elok-elok dikelitiki negeri asal lumbung padi
Boneka kayu pertanda penghebanan
Bungkus asal "Liza" yang terhebat

Hirup desis, sinus rantau
Rantau, berada dalam layar berbeda
Terompet kilu,
karena terompet amat bodoh, amat gemulai menarik

Oh Widiwasa, tuntunlah..

No comments:

Post a Comment

Jangan

JANGAN Jangan ganggu aku Atau aku yang menghadirkanmu? Jangan bergerak dalam kepalaku Atau aku yang menyutradaimu? M...