Saat kutulis puisi ini
Aku sedang perjalanan senja di Jakarta
Indah..
Hati mana yang tak menciptakan puisi saat melihat senja?
Ah, sungguh jika tak menciptakan puisi
Begini puisinya.
* * *
Cahaya bijak dan kepompong yang amat cantik
Elok-elok dikelitiki negeri asal lumbung padi
Boneka kayu pertanda penghebanan
Bungkus asal "Liza" yang terhebat
Hirup desis, sinus rantau
Rantau, berada dalam layar berbeda
Terompet kilu,
karena terompet amat bodoh, amat gemulai menarik
Oh Widiwasa, tuntunlah..
No comments:
Post a Comment