PUAN
Puan,
Kembarmu yang kini
berhimpun-himpun jiwa
Namun sinismu yang
beribu-ribu kata
bermakna-makna pesan
bangsamu
Puan,
Kau memberi dampak
Tetapi aku bisa
menampak
Kau sengaja membangun
duka
Tenang, aku bisa bercita
Puan,
Jangan kau bisikan
apa-apa pada kembarmu
Atau akan kulantangkan
pada dunia melalui sinismu
Puan,
Kau bisa
berjenjangkan belati sesuka hati
mengerutkan kening,
itulah keuntungan pangkatmu
Tetapi aku bisa
menyepi
lalu apa martabatmu?
No comments:
Post a Comment