LUPA
Kau
beri tanya, aku pun bertanya
Kau
beri paham, aku pun menerima
Dia
beri rindu, aku pun mencari,
sedang
kau tetap di maqommu
Aku
menginginkan terpejam, Dia beri ilusi siang
Dia
beri kisah, kita melupa
Itu
datang bertanya, aku pun menghindar
Itu
terus bertanya, terus membawa namamu
Itu
tersenyum, karena aku terjun
Itu
terus memberi masukan, kau tetap mengayom
Itu
membawa Dia dan kamu, aku mengurus
Aku
lisanku diduri agama, itu mulai terlihat wajahnya
Aku
berlisan, itu tak menepati ancamnya
Kamu
masih dengan maqommu, aku menuntut dalam ranah yang tak sama
Tak
apa tak menjadi, inginku diakui nanti
No comments:
Post a Comment